KETRAMPILAN MENGELOLA KELAS

BAB II

PEMBAHASAN

  1. A.    Keterampilan Mengelola Kelas
    1. Pengertian

Moh. Uzer Usman (2004: 97) menyatakan bahwa pengelolan kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses belajar-mengajar. Sedangkan menurut Hamid Darmadi (2004: 6) pengelolaan kelas adalah seperangkat kegiatan untuk mengembangkan tingkah laku siswa yang diinginkan, mengulang atau meniadakan tingkah laku yang tidak diinginkan, dengan hubungan-hubungan interpersonal dan iklim sosio-emosional yang positif serta mengembangkan dan mempermudah organisasi kelas yang efektif.

  1. Tujuan

Tujuan keterampilan mengelola kelas, yaitu:

  1. Mendorong siswa mengembangkan tingkah lakunya sesuai tujuan pembelajaran.
  2. Membantu siswa menghentikan tingkah lakunya yang menyimpang dari tujuan pembelajaran.
  3. Mengendalikan siswa dan sarana pembelajaran dalam suasana pembelajaran yang menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
  4. Membina hubungan interpersoanal yang baik antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa, sehingga kegiatan pembelajaran menjadi efektif (Udin Syaefudin, 2010: 69).
  5. Komponen

Hamid Darmadi (2010: 6) menyatakan bahwa secara garis besar terdapat dua komponen utama dalam pengelolaan kelas, yaitu:

  1. Keterampilan yang berhubungan dengan tindakan preventif berupa penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar.
  2. Keterampilan yang berkembang dengan tindakan kreatif berupa pengembalian kondisi belajar yang optimal.
  3. Prinsip

Prinsip-prinsip keterampilan mengelola kelas menurut Moh. Uzer Usman (2004: 97-98), yaitu:

  1. Kehangatan dan keantusiasan

Kehangatan dan keantusiasan guru dapat memudahkan terciptanya iklim kkelas yang menyenangkan yang merupakan salah satu syarat bagi kegiatan belajar-mengajar yang optimal.

  1. Tantangan

Pengguanaan kata-kata, tindakan, atau bahan yang menantang akan meningkatkan gairah siswa untuk belajar sehingga mengurangi kemungkinan munculnya tingkah laku yang menyimpang.

  1. Bervariasi

Penggunaan alat atau media, gaya, dan interaksi belajar-mengajar yang bervariasi merupakan kunci tercapainya pengelolaan kelas yang efektif dan menghindari kejenuhan.

  1. Keluwesan

Keluwesan tingkah laku guru untuk mengubah strategi mengajarnya dapat mencegah kemungkinan munculnya gangguan siswa serta menciptakan iklim belajar-mengajar yang efektif.

  1. Penekanan pada hal-hal yang positif

Pada dasarnya, di dalam mengajar dan mendidik, guru harus menekankan hal-hal yang positif dan menghindari pemusatan perhatian siswa pada hal-hal yang negatif.

  1. Penanaman disiplin diri

Pengembangan disiplin diri sendiri oleh siswa merupakan tujuan akhir dari pengelolaan kelas. Untuk itu, guru harus mendorong siswa untuk melaksanakan disiplin diri sendiri, dan guru sendiri hendaknya menjadi contoh atau teladan tentang pengendalian diri dan pelaksanaan tanggung jawab.

  1. B.     Keterampilan Penggunaan Media Pebelajaran
    1. Pengertian Media Pembelajaran

Media pembelajaran secara umum adalah alat bantu proses belajar mengajar. Segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan pebelajar  sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Batasan ini cukup luas dan mendalam mencakup pengertian sumber, lingkungan, manusia dan metode yang dimanfaatkan untuk tujuan pembelajaran / pelatihan.

  1. Tujuan Keterampilan Menggunakan Media Pembelajaran

Tujuan keterampilan menggunakan media pembelajaran, yaitu:

  1. Memperjelas penyajian pesan agar terlalu verbalitas.
  2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera.
  3. Memperlancar jalannya proses pembelajaran.
  4. Menimbulkan kegairahan belajar.
  5. Memberi kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi langsung dengan lingkungan dan kenyataan.
  6. Member kesemptan pada siswa untuk belajar secara mandiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya (Udin Syaefudin, 2010: 67).
  7. Komponen-komponen Keterampilan Menggunakan Media Pembelajaran
    1. Media audio, yaitu media yang digunakan sebagai alat bantu pembelajaran yang mempunyai sifat dapat didengarkan oleh siswa, seperti radio.
    2. Media visual, yaitu media yang digunakan sebagai alat bantu dalam pembelajaran yang mempunyai sifat dapat dilihat oleh siswa, seperti peta.
    3. Media audio visual, yaitu media yang digunakan sebagai alat bantu dalam pembelajaran yang mempunyai sifat dapat dilihat dan didengar oleh siswa, seperti TV Edukasi (Udin Syaefudin, 2010: 67).
  8. Prinsip-prinsip Keterampilan Menggunakan  Media Pembelajaran
    1. Tepat guna, artinya media pembelajaran yang digunakan sesuai dengan kompetensi dasar.
    2. Berdaya guna, artinya media pembelajaran yang digunakan mampu meningkatkan motivasi siswa.
    3. Bervariasi, artinya media pembelajaran yang digunakan mampu mendorong sikap aktif siswa dalam belajar (Udin Syaefudin, 2010: 67).

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Darmadi, Hamid. 2010. Kemampuan Dasar Mengajar. Bandung: Alfabeta.

Saud, Udin Syaefudin. 2010. Pengembangan Profesi Guru. Bandung: Alfabeta.

Usman, Moh. Uzer. 2004. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s