PETUGAS BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH DAN MADRASAH

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar belakang

Pendidikan tidak akan lepas daripada bimbingan dan konseling, sehingga ada pernyataan yang menyatakan bahwa bimbingan identik dengan pendidikan. Artinya apabila seseorang melakukan kegiatan mendidik berarti ia juga sedang membimbing, atau sebaliknya jika ia sedang melakukan bimbingan maka hakekatnya ia sedang mendidik. Hal inilah yang mendasari bahwa ternyata bimbingan dan konseling sangat diperlukan dalam dunia pendidikan khususnya di sekolah dan madrasah.

Hampir di seluruh sekolah dan madrasah yang ada, baik di Indonesia maupun luar negeri terdapat pelayanan bimbingan dan konseling yang dilakukan oleh seorang guru pembimbing yang biasanya disebut dengan konselor. Di Indonesia sendiri istilah bimbingan dan konseling sudah tidak asing lagi di dengar, akan tetapi keberhasilan seorang konselor dalam melakukan bimbingan dan konseling ternyata tidak semuanya berhasil dengan efektif dan baik. Kenyataan ini dapat kita lihat dari tingkat keberhasilan siswa dalam belajar, ataupun yang biasanya disebut output. Masih banyak sekali kita jumpai sekolah-sekolah atau madrasah yang hasil output-nya tidak memuaskan.

Saat ini banyak diberbagai sekolah dan madrasah yang menggunakan tenaga konselor yang belum berkompeten dan berpengalaman. Tenaga-tenaga yang digunakan institusi tersebut bukan dari golongan yang memang berprofesi di bidangnya, dan ternyata ini adalah salah satu penyebab daripada tidak berhasilnya sekolah atau madrasah dalam menghasilkan output yang baik, Oleh sebab itu, adanya bimbingan dan konseling secara langsung antara seorang konselor dengan konseli atau klien sangat dibutuhkan. Pentingnya bimbingan dalam pendidikan, menuntut seorang konselor memiliki syrat-syarat yang selayaknya ia miliki sebagai seorang pembimbing untuk kelancaranya dalam melaksanakan bimbingan konseling.Gambar

  1. Rumusan masalah

Untuk mempermudah pembahasan dalam makalah ini dirumuskan permasalahan sebagai berikut :

1)      Siapa yang menjadi petugas bimbingan dan konseling di sekolah dan madrasah?

2)      Apa syarat-syarat pembimbing (konselor) sekolah dan madrasah?

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Petugas Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah

Secara umum dikenal dua type petugas bimbingan dan konseling di sekolah dan madrasah, yaitu type professional dan nonprofessional. Petugas bimbingan dan konseling professional adalah mereka yang direkrut atau diangkat atas dasar kepemilikan ijazah atau latar belakang pendidikan profesi dan melaksanakan tugas khusus sebagai guru BK (tidak mengajar). Petugas bimbingan dan konseling professional rekrut atau diangkat sesuai klasifikasi keilmuannya dan latar belakang pendidikan seperti Diploma II, III atau Sarjana Strata Satu (S1), S2, dan S3 jurusan bimbingan dan konseling. Petugas bimbingan professional mencurahkan sepenuh waktunya pada pelayanan bimbingan dan konseling (tidak mengajarkan materi pelajaran) atau disebut juga full time guidance and conseling[1].

Beberapa kelebihan dalam tipe ini (professional) adalah[2]:

a)   Petugas BK dapat mencurahkan perhatian sepenuhnya dalam pelayanannya. Dan secara umum ini lebih efektif dan efisien.

b)   Peserta didik yang mempunyai masalah-masalah tertentu bisa lebih mudah untuk terbuka kepada petugas BK, karena tidak terkait dengan proses penilaian akademik.

Adapun diantara kelemahannya adalah:

a)   Petugas bisa mengalami kesulitan untuk mengetahui secara detail masalah yang dialami peserta didik.

b)   Terkadang petugas mengalami komunikasi yang kaku dengan klien karena frekuensi pertemuan dan komunikasi yang kurang intensif sebagaimana guru konselor.

Petugas BK atau guru BK non-profesional adalah mereka yang dipilih dan diangkat tidak berdasarkan keilmuan atau latar belakang pendidikan profesi. Yang termasuk ke dalam petugas BK non-profesional di sekolah dan madrasah adalah[3]:

1)      Guru wali kelas yang selain memegang kelas tertentu diserahi tugas dan tanggung jawab sebagai petugas atau guru BK. Petugas BK yang seperti ini memiliki tugas rangkap. Alas an penetapan wali kelas sebagai petugas BK selain sebagai wali kelas adalah karena wali kelas dekat dengan siswanya sehingga wali kelas dapat dengan segera mengetahui berbagai persoalan siswanya.

2)      Guru pembimbing yaitu seorang guru yang selain mengajar pada mata pelajaran tertentu, terlibat juga dalam pelayanan bimbingan dan konseling (part time teacher and part time counselor). Guru BK model ini termasuk memiliki tugas rangkap. Guru mata pelajaran yang bias diserahi tugas dan tanggung jawab sebagai guru BK misalnya guru agama, guru PPKN, dan guru-guru lain terutama guru yang tidak memiliki jam pelajaran.

3)      Guru mata pelajaran tertentu yang diserahi tugas khusus menjadi petugas (guru BK). Petugas BK model ini tidak merangkap tugas. Tugas dan tanggung jawab pokoknya adalah memberikan pelajaran pelayanan bimbingan dan konseling kepada siswa.

4)      Kepala sekolah (madrasah) yang bertanggung jawab atas sekurang-jurangnya 40 orang siswa. Pertimbangan penetapan tenaga bimbingan model ini di sekolah dan madrasah adalah kepala sekolah (madrasah) berasal dari jabatan fungsional (guru) sedangkan jabatan kepala sekolah (madrasah) adalah structural. Agar fungsinya sebagai pejabat fungsional tidak tanggal, maka kepala sekolah (madrasah) biasanya disserahi tugas dan tanggung jawab membimbing 40 orang siswa.

  1. Syarat-syarat Pembimbing (Konselor) Sekolah dan Madrasah

Arifin dan Eti Kartikawati (1994/1995) menyatakan bahwa petugas bimbingan dan konseling di sekolah (termasuk madrasah) dipilih atas dasar kualifikasi: 1) Kepribadian, 2) Pendidikan, 3) Pengalaman, 4) Kemampuan[4].

Berdasarkan kualifikasi di atas, setidaknya untuk memilih atau mengangkat seorang guru pembimbing atau konselor di seolah (madrasah) harus mememnuhi syarat-syarat yang berkaitan dengan: kepribadiannya, pendidikannya, pengalamannya, dan kemampuannya.

  1. Kepribadian[5]

Seorang guru pembimbing dan konselor harus mempunyai kepribadian yang baik, karena pelayanan bimbingan dan konseling yang dilakukan sangat berkaitan dengan pembentukan perilaku konseli. Melalui konseling diharapkan terbentuk perilaku positif pada diri konseli. Hal ini akan terwujud jika bimbingan tersebut dilakukan oleh orang yang berkepribadian baik berdasarkan norma-norma yang ada. 

Pada saat tertentu seorang konselor juga bisa menjadi idola bagi konseli dan uswah hasanah. Aktualisasi syarat ini akan terwujud jika konselor mempunyai jiwa ihlas, jujur, objektif dan simpatik serta senantiasa menjunjung tinggi kode etik profesi pembimbing.

Seorang konselor sekolah di dalam mengadakan kontak dengan orang lain harus memiliki sifat-sifat kepribadian tertentu[6], diantaranya:

  1. Memiliki pemahaman terhadap orang lain secara obyektif dan simpatik
  2. Memiliki kemampuan untuk bekerjasama dengan orang lain secara baik dan lancar.
  3. Memahami batas kemampuan yang ada ada dirinya sendiri.
  4. Memiliki minat yang mendalam mengenai murid-murid, dan sungguh-sungguh dalam memberikan bantuan.
  5. Memiliki kedewasaan pribadi, spiritual, mental, social, dan fisik.
  6. Pendidikan

Secara umum seorang konselor sekolah serendah-rendahnya memiliki ijazah sarjana muda dari suatu pendidikan yang sah serta memenuhi syarat untuk menjadi guru dalam jenjang pendidikan dimana ia ditugaskan.

Secara professional seorang konselor hendaknya memiliki pendidikan profesi yaitu, jurusan bimbingan konseling Strata satu(S1), S2 atau S3. Atau sekurang-kurangnya pernah mengikuti pendidikan dan pelatihan tentang bimbingan dan konseling[7]. Ia juga harus menguasai bidang-bidang tertentu diantaranya[8]:

  1. Proses konseling
  2. Pemahaman individu
  3. Informasi dalam bidang pendidikan
  4. Administrasi dan kaitannya dengan program bimbingan
  5. Prosedur penelitian dan penilaian bimbingan.

Guru pembimbing dan konseling atau konselor tidak saja harus memiliki ilmu bimbingan dan konseling, tetapi juga harus memiliki ilmu-ilmu tentang manusia dengan berbagai macam problermatikanya seperti ilmu psikologi, ekonomi, sosiologi dan pedagogi. Ilmu-ilmu tersebut akan membantu dalam penguasaan terhadap konsep, teori-teori tentang manusia dan problematikanya.

  1. Pengalaman[9]

Pengalaman konselor dalam bimbingan dan konseling sangat berpengaruh pada keberhasilannya dalam melakukan tugasnya, sarjana BK strata dua yang belum memiliki pengalaman luas tentu tidak akan lebih baik jika dibandingangkan dengan yang strata S1atau DIII tapi telah berpengalaman kerja selama 10 atau 15 tahun. Selain itu pengalaman pribadi konselor yang mengesankan juga turut membantu upayanya dalam mencari alternative pemecahan masalah.

  1. Kemampuan[10]

Kemampuan atau kompetensi dan keterampilan yang dimiliki oleh konselor adalah satu keniscayaan. Tanpa adanya kemampuan dan keterampilan tidak mungkin konselor dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.

“Konselor dituntut untuk memiliki berbagai keterampilan melaksanakan konseling. Guru pembimbing atau konselor harus mampu mengetahui dan memahami secara mendalam sifat-sifat seseorang, daya kekuatan pada diri seseorang, merasakan kekuatan jiwa apakah yang mendorong seseorang berbuat, dan mendiagnosis persoalan siswa selanjutnya mengembangkan potensi individu secara positif”.(M.D. Dahlan, 1987).


[1] Tohirin. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (Jakarta, Raja Grafindo Persada. 2007), hlm.115

[3] Tohirin. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (Jakarta, Raja Grafindo Persada. 2007), hlm.116-117

[4] Tohirin. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (Jakarta, Raja Grafindo Persada. 2007), hlm.117

[6] http lgl

[7] Tohirin. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (Jakarta, Raja Grafindo Persada. 2007), hlm.120

[8] http ilegal

[9] Tohirin. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (Jakarta, Raja Grafindo Persada. 2007), hlm.121

[10] Ibid, hlm.122

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s